Adsorbents
Mekanisme:- · Melapisi dinding intestinal.
- · Berikatan dengan bakteri atau toxin, kemudian mengeliminasikannya melalui feses.
Misalnya: bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol),
kaolin-pectin, activated charcoal, attapulgite (Kaopectate)
Efek samping:
- · Memperlama proses pembekuan darah
- · Konstipasi, feses berwarna gelap
- · Hilang pendengaran, tinnitus, gusi membiru
Interaksi obat:
- · Adsorbant dapat mengurangi kemampuan absorpsi banyak obat lain, seperti digoxin, clindamycin, quinidine, dan hypoglycemic agents
- Adsorbant dapat memperlama proses pembekuan darah bila diberikan dengan koagulan
Laxative
Laxative diberikan pada kasus konstipasi. Konstipasi adalah
frekuensi buang air besar yang jarang dan feses sulit keluar. Konstipasi
merupakan symptom, bukan penyakit.
Laxative merupakan obat yang diberikan untuk terapi
konstipasi akut. Laxative tidak boleh diberikan dalam jangka panjang karena
sifat obat ini hanyalah penghilang symptom, bukan penyembuh penyakit.
Golongan laxative berdasarkan cara kerjanya:
Bulk forming
Merupakan laxative tinggi serat. Golongan ini akan menyerap
air dari colon, sehingga terbentuk suatu gumpalan di colon. Dengan terbentuknya
gumpalan ini, diharapkan colon dapat terangsang untuk menjadi lebih aktif,
sehingga bisa terjadi proses pengeluaran feses.
Contoh: psyllium (Metamucil), methylcellulose (Citrucel), polycarbophil
Indikasi:
- · Acute and chronic constipation
- · Irritable bowel syndrome
- · Diverticulosis
Efek samping:
- · Impaction
- · Fluid overload
Emollient
Golongan ini bekerja dengan cara melunakkan feses dan
melumasinya. Emollient akan membuat feses lebih berair dan berlemak, sehingga
feses menjadi lebih mudah dikeluarkan.
Contoh: docusate salts (Colace, Surfak) sebagai pelunak
feses dan mineral oil sebagai pelumas
Indikasi:
- · Constipasi akut dan kronik
- · Melunakkan impaksi feses
- · Penggunaan BMs pada kondisi anorektal
Efek samping:
- · Skin rashes
- · Penurunan absorpsi vitamin
Hyperosmotic/Saline
Bekerja dengan cara meningkatkan kadar air di dalam feses
melalui penignkatan tekanan osmotic di dalam intestinum. Akibatnya, terjadilah
distensi colon, peningkatan peristaltis, dan evakuasi.
Contoh: polyethylene glycol (GoLYTELY), sorbitol, glycerin, lactulose
(Chronulac)
Indikasi:
- · Konstipasi kronik
- · Diagnostic dan persiapan pembedahan
Efek samping:
- · Perut menggembung
- · Iritasi rectum
Saline
Bekerja dengan cara meningkatkan kadar air di dalam feses
melalui penignkatan tekanan osmotic di dalam intestinum. Akibatnya, terjadilah
distensi colon, peningkatan peristaltis, dan evakuasi.
Indikasi:
- · Konstipasi
- · Diagnostic dan persiapan pembedahan
- · Membantu mengeluarkan helminth dan parasite dari colon
Efek samping:
- · Keracunan magnesium dengan insufisiensi ginjal
- · Keram
- · Diare
- · Mudah haus
Stimulant
Meningkatkan peristaltic melalui stimulasi saraf intestinum
Contoh: castor oil, senna, cascara, bisacodyl
Indikasi:
- · Konstipasi akut
- · Diagnostic dan persiapan pembedahan
Efek samping:
- · Malabsorpsi nutrient
- · Skin rashes
- · Iritasi gaster
- · Iritasi ginjal
Daftar Pustaka:
Kuliah "Adosrbents and Laxatives" oleh dr Wiwik Kusumawati departemen Farmakologi UMY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar