Sabtu, 24 Januari 2015

Adsorbent and Laxative

Adsorbents

Mekanisme:
  • ·        Melapisi dinding intestinal.
  • ·        Berikatan dengan bakteri atau toxin, kemudian mengeliminasikannya melalui feses.
Misalnya: bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol), kaolin-pectin, activated charcoal, attapulgite (Kaopectate)

Efek samping:
  • ·        Memperlama proses pembekuan darah
  • ·        Konstipasi, feses berwarna gelap
  • ·        Hilang pendengaran, tinnitus, gusi membiru

Interaksi obat:
  • ·    Adsorbant dapat mengurangi kemampuan absorpsi banyak obat lain, seperti digoxin, clindamycin, quinidine, dan hypoglycemic agents
  •        Adsorbant dapat memperlama proses pembekuan darah bila diberikan dengan koagulan

Laxative

Laxative diberikan pada kasus konstipasi. Konstipasi adalah frekuensi buang air besar yang jarang dan feses sulit keluar. Konstipasi merupakan symptom, bukan penyakit.
Laxative merupakan obat yang diberikan untuk terapi konstipasi akut. Laxative tidak boleh diberikan dalam jangka panjang karena sifat obat ini hanyalah penghilang symptom, bukan penyembuh penyakit.
Golongan laxative berdasarkan cara kerjanya:

Bulk forming

Merupakan laxative tinggi serat. Golongan ini akan menyerap air dari colon, sehingga terbentuk suatu gumpalan di colon. Dengan terbentuknya gumpalan ini, diharapkan colon dapat terangsang untuk menjadi lebih aktif, sehingga bisa terjadi proses pengeluaran feses.
Contoh: psyllium (Metamucil), methylcellulose (Citrucel), polycarbophil
Indikasi:
  • ·        Acute and chronic constipation
  • ·        Irritable bowel syndrome
  • ·        Diverticulosis
Efek samping:
  • ·        Impaction
  • ·        Fluid overload

Emollient

Golongan ini bekerja dengan cara melunakkan feses dan melumasinya. Emollient akan membuat feses lebih berair dan berlemak, sehingga feses menjadi lebih mudah dikeluarkan.
Contoh: docusate salts (Colace, Surfak) sebagai pelunak feses dan mineral oil sebagai pelumas
Indikasi:
  • ·        Constipasi akut dan kronik
  • ·        Melunakkan impaksi feses
  • ·        Penggunaan BMs pada kondisi anorektal
Efek samping:
  • ·        Skin rashes
  • ·        Penurunan absorpsi vitamin

Hyperosmotic/Saline

Bekerja dengan cara meningkatkan kadar air di dalam feses melalui penignkatan tekanan osmotic di dalam intestinum. Akibatnya, terjadilah distensi colon, peningkatan peristaltis, dan evakuasi.
Contoh: polyethylene glycol (GoLYTELY), sorbitol, glycerin, lactulose (Chronulac)
Indikasi:
  • ·        Konstipasi kronik
  • ·        Diagnostic dan persiapan pembedahan
Efek samping:
  • ·        Perut menggembung
  • ·        Iritasi rectum

Saline

Bekerja dengan cara meningkatkan kadar air di dalam feses melalui penignkatan tekanan osmotic di dalam intestinum. Akibatnya, terjadilah distensi colon, peningkatan peristaltis, dan evakuasi.
Indikasi:
  • ·        Konstipasi
  • ·        Diagnostic dan persiapan pembedahan
  • ·        Membantu mengeluarkan helminth dan parasite dari colon
Efek samping:
  • ·        Keracunan magnesium dengan insufisiensi ginjal
  • ·        Keram
  • ·        Diare
  • ·        Mudah haus

Stimulant

Meningkatkan peristaltic melalui stimulasi saraf intestinum
Contoh: castor oil, senna, cascara, bisacodyl                      
Indikasi:
  • ·        Konstipasi akut
  • ·        Diagnostic dan persiapan pembedahan
Efek samping:
  • ·        Malabsorpsi nutrient
  • ·        Skin rashes
  • ·        Iritasi gaster
  • ·        Iritasi ginjal

Daftar Pustaka:
Kuliah "Adosrbents and Laxatives" oleh dr Wiwik Kusumawati departemen Farmakologi UMY